JISUMH.COM – Dunia K-Pop kembali memanas, kali ini bukan karena comeback atau chart, melainkan karena BTS dan ARMY terseret kontroversi di televisi Meksiko.

Sebuah acara televisi Meksiko mendadak jadi sorotan global setelah cuplikan komentarnya tentang BTS dan ARMY viral di media sosial. Banyak penggemar merasa komentar tersebut bukan sekadar bercanda, melainkan sudah mengarah ke pelecehan terhadap fandom.

Acara hiburan bernama Chismorreo yang tayang di Channel 6 itu awalnya membahas polemik penjualan tiket konser BTS di Mexico City. Isu seperti denah kursi yang tidak dibuka hingga biaya tambahan yang tidak transparan menjadi topik utama diskusi.

Dalam tayangan tersebut, para panelis menilai bahwa harga tiket mahal adalah hal wajar untuk konser artis sebesar BTS. Namun, arah pembahasan berubah ketika beberapa tamu mulai melontarkan komentar yang dinilai merendahkan penggemar.

Penyiar Luisa Fernanda membandingkan konser BTS dengan konser Shakira yang juga sold out dan menyinggung soal “orang-orang yang suka menghakimi harga mahal.” Ucapan itu langsung memancing reaksi karena dianggap menyederhanakan keresahan penggemar.

Situasi makin memanas saat Fabian Lavalle menyebut bahwa remaja seharusnya mengerjakan PR daripada menangis soal konser penyanyi yang menurutnya “tidak dikenal.” Di saat yang sama, layar televisi justru menampilkan foto dan video BTS, membuat komentar itu terasa semakin menyudutkan.

Pembawa acara sempat mencoba menenangkan suasana dengan mengatakan bahwa ia bermimpi banyak anak-anak bisa melihat BTS secara langsung. Sayangnya, upaya itu langsung ditepis oleh komentar lanjutan yang kembali meremehkan usia dan pendidikan para penggemar.

Luisa Fernanda bahkan menyebut bahwa setengah dari penggemar BTS belum lulus sekolah dasar, pernyataan yang langsung menuai kecaman. Banyak penonton menilai komentar tersebut terlalu jauh meski acara itu dikenal berkonsep provokatif.

Tak butuh waktu lama, potongan video acara itu menyebar luas di komunitas ARMY internasional. Media sosial dipenuhi diskusi soal batas antara hiburan, opini pribadi, dan penghinaan terhadap fandom.

ARMY di Meksiko pun bergerak cepat dengan meninggalkan komentar balasan di akun resmi stasiun TV. Menariknya, banyak dari mereka justru memamerkan latar belakang pendidikan dan profesi, dari lulusan magister hingga tenaga medis.

Respons tersebut seakan ingin mematahkan stereotip bahwa penggemar BTS hanyalah anak-anak tanpa arah. Bagi ARMY, ini bukan sekadar soal idola, tetapi soal harga diri komunitas yang sering diremehkan.

JISUMH.COM – Dunia K-Pop kembali memanas, kali ini bukan karena comeback atau chart, melainkan karena BTS dan ARMY terseret kontroversi di televisi Meksiko.

Sebuah acara televisi Meksiko mendadak jadi sorotan global setelah cuplikan komentarnya tentang BTS dan ARMY viral di media sosial. Banyak penggemar merasa komentar tersebut bukan sekadar bercanda, melainkan sudah mengarah ke pelecehan terhadap fandom.

Acara hiburan bernama Chismorreo yang tayang di Channel 6 itu awalnya membahas polemik penjualan tiket konser BTS di Mexico City. Isu seperti denah kursi yang tidak dibuka hingga biaya tambahan yang tidak transparan menjadi topik utama diskusi.

Dalam tayangan tersebut, para panelis menilai bahwa harga tiket mahal adalah hal wajar untuk konser artis sebesar BTS. Namun, arah pembahasan berubah ketika beberapa tamu mulai melontarkan komentar yang dinilai merendahkan penggemar.

Penyiar Luisa Fernanda membandingkan konser BTS dengan konser Shakira yang juga sold out dan menyinggung soal “orang-orang yang suka menghakimi harga mahal.” Ucapan itu langsung memancing reaksi karena dianggap menyederhanakan keresahan penggemar.

Situasi makin memanas saat Fabian Lavalle menyebut bahwa remaja seharusnya mengerjakan PR daripada menangis soal konser penyanyi yang menurutnya “tidak dikenal.” Di saat yang sama, layar televisi justru menampilkan foto dan video BTS, membuat komentar itu terasa semakin menyudutkan.

Pembawa acara sempat mencoba menenangkan suasana dengan mengatakan bahwa ia bermimpi banyak anak-anak bisa melihat BTS secara langsung. Sayangnya, upaya itu langsung ditepis oleh komentar lanjutan yang kembali meremehkan usia dan pendidikan para penggemar.

Luisa Fernanda bahkan menyebut bahwa setengah dari penggemar BTS belum lulus sekolah dasar, pernyataan yang langsung menuai kecaman. Banyak penonton menilai komentar tersebut terlalu jauh meski acara itu dikenal berkonsep provokatif.

Tak butuh waktu lama, potongan video acara itu menyebar luas di komunitas ARMY internasional. Media sosial dipenuhi diskusi soal batas antara hiburan, opini pribadi, dan penghinaan terhadap fandom.

ARMY di Meksiko pun bergerak cepat dengan meninggalkan komentar balasan di akun resmi stasiun TV. Menariknya, banyak dari mereka justru memamerkan latar belakang pendidikan dan profesi, dari lulusan magister hingga tenaga medis.

Respons tersebut seakan ingin mematahkan stereotip bahwa penggemar BTS hanyalah anak-anak tanpa arah. Bagi ARMY, ini bukan sekadar soal idola, tetapi soal harga diri komunitas yang sering diremehkan.

Kontroversi ini juga kembali membuka diskusi lama tentang cara media arus utama membingkai fandom K-Pop. Tidak sedikit yang menilai bahwa BTS dan ARMY kerap dijadikan bahan lelucon karena popularitas mereka yang luar biasa.

Di sisi lain, polemik tiket konser BTS di Mexico City sendiri memang masih jadi perhatian. Banyak penggemar berharap masalah transparansi penjualan tiket bisa dibenahi agar tidak terulang di masa depan.

Menariknya, isu ini bahkan sampai ke tingkat pemerintahan ketika Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum ikut menanggapi soal konser BTS. Ia disebut telah menyampaikan permintaan dukungan konser kepada pihak Korea Selatan.

Konser BTS di Mexico City dijadwalkan berlangsung pada 7 serta 9–10 Mei dan antusiasme penggemar tetap tinggi. Meski dihantam kontroversi, ARMY justru menunjukkan solidaritas yang semakin kuat.

Bagi banyak penggemar, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kecintaan pada musik lintas budaya masih sering disalahpahami. Namun, BTS dan ARMY sekali lagi membuktikan bahwa suara penggemar tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dengan segala pro dan kontra yang muncul, satu hal jelas. Kisah BTS dan ARMY selalu punya daya tarik yang membuat dunia terus menoleh dan ingin tahu lebih jauh.

Kontroversi ini juga kembali membuka diskusi lama tentang cara media arus utama membingkai fandom K-Pop. Tidak sedikit yang menilai bahwa BTS dan ARMY kerap dijadikan bahan lelucon karena popularitas mereka yang luar biasa.

Di sisi lain, polemik tiket konser BTS di Mexico City sendiri memang masih jadi perhatian. Banyak penggemar berharap masalah transparansi penjualan tiket bisa dibenahi agar tidak terulang di masa depan.

Menariknya, isu ini bahkan sampai ke tingkat pemerintahan ketika Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum ikut menanggapi soal konser BTS. Ia disebut telah menyampaikan permintaan dukungan konser kepada pihak Korea Selatan.

Konser BTS di Mexico City dijadwalkan berlangsung pada 7 serta 9–10 Mei dan antusiasme penggemar tetap tinggi. Meski dihantam kontroversi, ARMY justru menunjukkan solidaritas yang semakin kuat.

Bagi banyak penggemar, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kecintaan pada musik lintas budaya masih sering disalahpahami. Namun, BTS dan ARMY sekali lagi membuktikan bahwa suara penggemar tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dengan segala pro dan kontra yang muncul, satu hal jelas. Kisah BTS dan ARMY selalu punya daya tarik yang membuat dunia terus menoleh dan ingin tahu lebih jauh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *