JISUMH.COM – Sorotan terhadap kondisi fisik idol K-Pop kembali mencuat, kali ini lewat pengakuan jujur Wendy Red Velvet yang sukses membuat penggemar menahan napas.
Cerita di balik layar comeback terbarunya membuka diskusi panjang soal kesehatan, tekanan, dan standar tubuh di industri hiburan Korea.
Pada tanggal 7 Januari kemarin, video rekaman di balik layar untuk mini album ketiga Wendy yang berjudul “Cerulean Verge” resmi dirilis dan langsung menarik perhatian fans. Bukan hanya soal proses rekaman, tetapi juga curahan hatinya tentang kondisi tubuh dan suara yang sedang ia rasakan.
Dalam video tersebut, main vocalist Red Velvet ini secara terbuka mengakui bahwa penurunan berat badan mendadak memengaruhi kualitas vokalnya. Ia bahkan mengatakan dirinya merasa tidak puas dengan cara bernyanyi yang terdengar berbeda dari biasanya.
Menurut Wendy, suara yang selama ini dikenal kaya dan penuh kini terasa lebih tipis. Perubahan itu terjadi tanpa ia rencanakan, membuatnya merasa kehilangan keseimbangan saat menyanyikan lagu-lagu barunya.
Pengakuan ini terasa cukup mengejutkan bagi fans yang mengenalnya sebagai salah satu vokalis paling stabil di generasinya. Banyak yang tak menyangka bahwa perubahan fisik sekecil apa pun bisa berdampak besar pada performa seorang idol.
Yang membuat penggemar semakin khawatir, Wendy mengaku sempat memaksa dirinya untuk makan meski tidak memiliki nafsu makan. Ia bahkan menyebut gimbap sebagai makanan yang ia paksa masuk hanya agar tubuhnya tetap punya tenaga.
Sayangnya, usaha tersebut tidak langsung membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Penyanyi kelahiran 1994 itu merasa suaranya tetap tidak stabil dan bahkan seperti terkuras saat proses rekaman berlangsung.
Ia menggambarkan pengalamannya bernyanyi dalam kondisi tersebut sebagai sesuatu yang cukup menyakitkan secara emosional. Ada rasa penyesalan karena merasa menyanyikan lagu dengan cara yang justru bisa merusak suaranya sendiri.
Reaksi penggemar pun langsung membanjiri media sosial setelah video itu dirilis. Banyak yang menyampaikan kekhawatiran serius terhadap kesehatan fisik dan mental sang idol.
Sebagian fans menilai Wendy terlalu keras pada dirinya sendiri, terutama di tengah jadwal comeback yang padat. Mereka berharap ia bisa memprioritaskan kesehatan dibanding tuntutan perfeksionisme dalam bermusik.
JISUMH.COM – Sorotan terhadap kondisi fisik idol K-Pop kembali mencuat, kali ini lewat pengakuan jujur Wendy Red Velvet yang sukses membuat penggemar menahan napas.
Cerita di balik layar comeback terbarunya membuka diskusi panjang soal kesehatan, tekanan, dan standar tubuh di industri hiburan Korea.
Pada tanggal 7 Januari kemarin, video rekaman di balik layar untuk mini album ketiga Wendy yang berjudul “Cerulean Verge” resmi dirilis dan langsung menarik perhatian fans. Bukan hanya soal proses rekaman, tetapi juga curahan hatinya tentang kondisi tubuh dan suara yang sedang ia rasakan.
Dalam video tersebut, main vocalist Red Velvet ini secara terbuka mengakui bahwa penurunan berat badan mendadak memengaruhi kualitas vokalnya. Ia bahkan mengatakan dirinya merasa tidak puas dengan cara bernyanyi yang terdengar berbeda dari biasanya.
Menurut Wendy, suara yang selama ini dikenal kaya dan penuh kini terasa lebih tipis. Perubahan itu terjadi tanpa ia rencanakan, membuatnya merasa kehilangan keseimbangan saat menyanyikan lagu-lagu barunya.
Pengakuan ini terasa cukup mengejutkan bagi fans yang mengenalnya sebagai salah satu vokalis paling stabil di generasinya. Banyak yang tak menyangka bahwa perubahan fisik sekecil apa pun bisa berdampak besar pada performa seorang idol.
Yang membuat penggemar semakin khawatir, Wendy mengaku sempat memaksa dirinya untuk makan meski tidak memiliki nafsu makan. Ia bahkan menyebut gimbap sebagai makanan yang ia paksa masuk hanya agar tubuhnya tetap punya tenaga.
Sayangnya, usaha tersebut tidak langsung membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Penyanyi kelahiran 1994 itu merasa suaranya tetap tidak stabil dan bahkan seperti terkuras saat proses rekaman berlangsung.
Ia menggambarkan pengalamannya bernyanyi dalam kondisi tersebut sebagai sesuatu yang cukup menyakitkan secara emosional. Ada rasa penyesalan karena merasa menyanyikan lagu dengan cara yang justru bisa merusak suaranya sendiri.
Reaksi penggemar pun langsung membanjiri media sosial setelah video itu dirilis. Banyak yang menyampaikan kekhawatiran serius terhadap kesehatan fisik dan mental sang idol.
Sebagian fans menilai Wendy terlalu keras pada dirinya sendiri, terutama di tengah jadwal comeback yang padat. Mereka berharap ia bisa memprioritaskan kesehatan dibanding tuntutan perfeksionisme dalam bermusik.
Diskusi ini juga membuka kembali isu lama tentang standar tubuh di industri K-Pop. Tekanan untuk tampil kurus sering kali membuat idol mengorbankan kondisi fisik demi penampilan visual.
Banyak netizen menyoroti fakta bahwa vokal adalah aset utama seorang penyanyi, terutama untuk sosok seperti Wendy. Kehilangan kekuatan suara demi penurunan berat badan dianggap sebagai harga yang terlalu mahal.
Tak sedikit pula yang mengapresiasi kejujuran Wendy dalam membagikan ceritanya. Bagi fans, keterbukaan ini terasa manusiawi dan menunjukkan sisi rapuh di balik sosok idol yang selalu terlihat kuat di atas panggung.
Album “Cerulean Verge” sendiri sebenarnya mendapat antusiasme tinggi sejak diumumkan. Namun, cerita di balik proses rekamannya justru mencuri perhatian lebih besar dari yang dibayangkan.
Sebagian penggemar berharap agensi bisa memberikan dukungan lebih terkait kesehatan artisnya. Mulai dari jadwal yang lebih manusiawi hingga pengawasan kondisi fisik selama masa promosi.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa idol K-Pop bukanlah mesin yang bisa terus dipaksa bekerja tanpa batas. Di balik suara indah dan panggung megah, ada tubuh dan mental yang juga butuh istirahat.
Di tengah euforia comeback, kisah Wendy menjadi pengingat pahit-manis tentang harga yang harus dibayar untuk kesempurnaan.
Semoga ke depannya, kesehatan sang vokalis dan idol lain bisa benar-benar ditempatkan di atas segalanya, tanpa harus mengorbankan diri demi ekspektasi.
Diskusi ini juga membuka kembali isu lama tentang standar tubuh di industri K-Pop. Tekanan untuk tampil kurus sering kali membuat idol mengorbankan kondisi fisik demi penampilan visual.
Banyak netizen menyoroti fakta bahwa vokal adalah aset utama seorang penyanyi, terutama untuk sosok seperti Wendy. Kehilangan kekuatan suara demi penurunan berat badan dianggap sebagai harga yang terlalu mahal.
Tak sedikit pula yang mengapresiasi kejujuran Wendy dalam membagikan ceritanya. Bagi fans, keterbukaan ini terasa manusiawi dan menunjukkan sisi rapuh di balik sosok idol yang selalu terlihat kuat di atas panggung.
Album “Cerulean Verge” sendiri sebenarnya mendapat antusiasme tinggi sejak diumumkan. Namun, cerita di balik proses rekamannya justru mencuri perhatian lebih besar dari yang dibayangkan.
Sebagian penggemar berharap agensi bisa memberikan dukungan lebih terkait kesehatan artisnya. Mulai dari jadwal yang lebih manusiawi hingga pengawasan kondisi fisik selama masa promosi.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa idol K-Pop bukanlah mesin yang bisa terus dipaksa bekerja tanpa batas. Di balik suara indah dan panggung megah, ada tubuh dan mental yang juga butuh istirahat.
Di tengah euforia comeback, kisah Wendy menjadi pengingat pahit-manis tentang harga yang harus dibayar untuk kesempurnaan.
Semoga ke depannya, kesehatan sang vokalis dan idol lain bisa benar-benar ditempatkan di atas segalanya, tanpa harus mengorbankan diri demi ekspektasi.

Leave a Reply