JISUMH.COM – Gelombang perhatian besar kembali mengarah pada RESCENE setelah kontroversi live streaming yang sempat memicu rumor serius mengenai dugaan kekerasan di dalam agensi. Kini, para member tampil dengan sikap terbuka untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Pada 25 November, grup ini menggelar showcase comeback di Myeonghwa Live Hall, Mapo-gu, Seoul, untuk merayakan rilis mini album ketiga mereka, “Lip Bomb“. Acara tersebut menjadi momentum bagi para member untuk berbicara langsung mengenai kontroversi yang sempat menjadi bahan pembicaraan panas di kalangan netizen.
Mini album terbaru ini berisi lima lagu, termasuk dua title track, “Heart Drop” dan “Bloom,” bersama “Love Echo,” “Hello XO,” dan “MVP.” Seperti biasa, setiap lagu hadir dengan warna khas RESCENE yang selalu menonjolkan konsep aroma dan memori.
May menjelaskan bahwa lagu “Bloom” membawa pesan positif bahwa setiap orang bisa menjadi pemeran utama dalam hidup mereka sendiri. Ia menggambarkan lagu itu sebagai energi yang menguatkan pendengar di momen-momen sulit.
Sementara itu, Zena menjelaskan bahwa “Heart Drop” adalah lagu yang berisi bisikan lembut yang “masuk ke hati tanpa disadari,” menggambarkan sisi manis dari title track tersebut. Para member berharap lagu-lagu itu dapat membawa kenyamanan bagi penggemar.
Minami juga kembali menegaskan konsep signature RESCENE, yaitu “scent.” Menurutnya, aroma memiliki kekuatan besar dalam membangkitkan kenangan serta perasaan tertentu, mirip dengan cara musik bekerja. “Musik dan aroma memiliki koneksi yang tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya.
Namun di balik pembahasan album, pertanyaan mengenai kontroversi live streaming tetap tidak bisa dihindari. Dalam siaran bulan September, terdengar suara pertengkaran keras dari ruangan sebelah, diikuti teriakan seorang wanita. Momen tersebut langsung membuat penggemar khawatir.
Pada saat itu, May menanggapi dengan santai dan mengatakan bahwa suara itu mungkin berasal dari member lain yang sedang bermain. Namun komentar tersebut justru memperkeruh situasi dan memunculkan rumor bahwa RESCENE sedang mengalami kekerasan.
Isu tersebut berkembang begitu cepat hingga membuat publik berspekulasi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh agensi. Beberapa bahkan menduga hubungan para member dengan perusahaan tidak sehat.
Menanggapi rumor yang semakin liar, May akhirnya memberikan klarifikasi langsung melalui platform penggemar. Ia menjelaskan bahwa suara dalam video berasal dari luar gedung, bukan dari agensi atau staf. Menurutnya, suara dari gang di sekitar lokasi memang sangat keras dan mudah terdengar hingga ke ruangan.
Ia menambahkan bahwa hubungan mereka dengan perusahaan sangat baik. “Kami memiliki hubungan yang setara dengan seluruh staf. Mereka merawat kami lebih dari siapa pun,” tulisnya. Ia juga menegaskan bahwa rumor tersebut adalah salah satu kesalahpahaman paling absurd yang pernah mereka alami.
JISUMH.COM – Gelombang perhatian besar kembali mengarah pada RESCENE setelah kontroversi live streaming yang sempat memicu rumor serius mengenai dugaan kekerasan di dalam agensi. Kini, para member tampil dengan sikap terbuka untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Pada 25 November, grup ini menggelar showcase comeback di Myeonghwa Live Hall, Mapo-gu, Seoul, untuk merayakan rilis mini album ketiga mereka, “Lip Bomb“. Acara tersebut menjadi momentum bagi para member untuk berbicara langsung mengenai kontroversi yang sempat menjadi bahan pembicaraan panas di kalangan netizen.
Mini album terbaru ini berisi lima lagu, termasuk dua title track, “Heart Drop” dan “Bloom,” bersama “Love Echo,” “Hello XO,” dan “MVP.” Seperti biasa, setiap lagu hadir dengan warna khas RESCENE yang selalu menonjolkan konsep aroma dan memori.
May menjelaskan bahwa lagu “Bloom” membawa pesan positif bahwa setiap orang bisa menjadi pemeran utama dalam hidup mereka sendiri. Ia menggambarkan lagu itu sebagai energi yang menguatkan pendengar di momen-momen sulit.
Sementara itu, Zena menjelaskan bahwa “Heart Drop” adalah lagu yang berisi bisikan lembut yang “masuk ke hati tanpa disadari,” menggambarkan sisi manis dari title track tersebut. Para member berharap lagu-lagu itu dapat membawa kenyamanan bagi penggemar.
Minami juga kembali menegaskan konsep signature RESCENE, yaitu “scent.” Menurutnya, aroma memiliki kekuatan besar dalam membangkitkan kenangan serta perasaan tertentu, mirip dengan cara musik bekerja. “Musik dan aroma memiliki koneksi yang tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya.
Namun di balik pembahasan album, pertanyaan mengenai kontroversi live streaming tetap tidak bisa dihindari. Dalam siaran bulan September, terdengar suara pertengkaran keras dari ruangan sebelah, diikuti teriakan seorang wanita. Momen tersebut langsung membuat penggemar khawatir.
Pada saat itu, May menanggapi dengan santai dan mengatakan bahwa suara itu mungkin berasal dari member lain yang sedang bermain. Namun komentar tersebut justru memperkeruh situasi dan memunculkan rumor bahwa RESCENE sedang mengalami kekerasan.
Isu tersebut berkembang begitu cepat hingga membuat publik berspekulasi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh agensi. Beberapa bahkan menduga hubungan para member dengan perusahaan tidak sehat.
Menanggapi rumor yang semakin liar, May akhirnya memberikan klarifikasi langsung melalui platform penggemar. Ia menjelaskan bahwa suara dalam video berasal dari luar gedung, bukan dari agensi atau staf. Menurutnya, suara dari gang di sekitar lokasi memang sangat keras dan mudah terdengar hingga ke ruangan.
Ia menambahkan bahwa hubungan mereka dengan perusahaan sangat baik. “Kami memiliki hubungan yang setara dengan seluruh staf. Mereka merawat kami lebih dari siapa pun,” tulisnya. Ia juga menegaskan bahwa rumor tersebut adalah salah satu kesalahpahaman paling absurd yang pernah mereka alami.
Pihak agensi RESCENE pun ikut buka suara dan menepis segala spekulasi mengenai kekerasan. Mereka bahkan memperingatkan bahwa rumor liar dapat berujung pada tindakan hukum jika terus menyebar tanpa bukti.
Woni juga membahas kembali kejadian tersebut pada showcase. Ia mengaku tidak menyangka insiden sederhana itu bisa berkembang menjadi isu sebesar ini. “Kami pikir klarifikasi kami akan cukup. Tapi ternyata malah semakin menyebar,” katanya sambil tertawa kecil.
May menambahkan bahwa para staf, termasuk manajer, telah bekerja bersama mereka sejak lama. Mereka sering bercanda dan menghabiskan waktu bersama layaknya keluarga. Ia menegaskan sekali lagi bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Dengan klarifikasi panjang ini, RESCENE berharap rumor mengenai kekerasan dapat sepenuhnya dihentikan. Para member ingin fokus pada promosi album baru dan berinteraksi lebih dekat dengan penggemar.
Sementara itu, mini album “Lip Bomb“ telah resmi dirilis pada pukul 18.00 waktu setempat dan kini tersedia di berbagai platform musik digital.
Dengan comeback baru dan klarifikasi yang tegas, RESCENE kini siap melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan mereka sebagai salah satu girl group generasi baru yang menjanjikan.
Pihak agensi RESCENE pun ikut buka suara dan menepis segala spekulasi mengenai kekerasan. Mereka bahkan memperingatkan bahwa rumor liar dapat berujung pada tindakan hukum jika terus menyebar tanpa bukti.
Woni juga membahas kembali kejadian tersebut pada showcase. Ia mengaku tidak menyangka insiden sederhana itu bisa berkembang menjadi isu sebesar ini. “Kami pikir klarifikasi kami akan cukup. Tapi ternyata malah semakin menyebar,” katanya sambil tertawa kecil.
May menambahkan bahwa para staf, termasuk manajer, telah bekerja bersama mereka sejak lama. Mereka sering bercanda dan menghabiskan waktu bersama layaknya keluarga. Ia menegaskan sekali lagi bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Dengan klarifikasi panjang ini, RESCENE berharap rumor mengenai kekerasan dapat sepenuhnya dihentikan. Para member ingin fokus pada promosi album baru dan berinteraksi lebih dekat dengan penggemar.
Sementara itu, mini album “Lip Bomb“ telah resmi dirilis pada pukul 18.00 waktu setempat dan kini tersedia di berbagai platform musik digital.
Dengan comeback baru dan klarifikasi yang tegas, RESCENE kini siap melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan mereka sebagai salah satu girl group generasi baru yang menjanjikan.

Leave a Reply