JISUMH.COM Sempat dirumorkan akan membayar tuntutan ganti rugi sebesar 100 miliar won, pihak ADOR akhirnya beri keputusan resmi.

Sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2025, ADOR secara resmi merilis pernyataan terkait dengan perkembangan diskusi mengenai kembalinya beberapa anggota dari grup NewJeans.

Pihak agensi menyatakan bahwa Hani telah memutuskan untuk menghormati keputusan pengadilan dan memilih untuk kembali ke agensi, sedangkan anggota lainnya yaitu Minji tengah melakukan diskusi.

Di tengah proses diskusi tersebut, pihak ADOR akhirnya mengumumkan pemutusan kontrak terhadap Danielle NewJeans dengan alasan adanya pelanggaran kontrak eksklusif seperti keterlibatannya dalam kegiatan hiburan independen, merusak reputasi atau kredibilitas agensi serta nama baik dari grup NewJeans.

Sebelum adanya keputusan tersebut, pihak ADOR mengaku telah meminta adanya tindakan korektif namun selama batas waktu yang ditentukan tidak ada upaya yang dilakukan oleh pihak Danielle.

Pemutusan kontrak ini kemudian memicu spekulasi publik dan kalangan hukum terkait perkiraan besar penalti ganti rugi yang akan dibayarkan.

Beberapa kalangan hukum menyatakan besar tuntutan kemungkinan akan melebihi 100 miliar Won atau setara dengan 1,13 triliun Rupiah.

Sumber industri lainnya juga turut memberikan pendapat yang sama. Hal ini didasarkan pada penjualan yang berhasil dicapai oleh ADOR pada tahun 2023 sebesar 110,3 miliar Won dan pada tahun 2024 mencapai 111,1 miliar Won.

Semantara itu, Danielle diinformasikan masih memiliki sisa kontrak selama 4 tahun 7 bulan. Perwakilan pihak ADOR sempat mengatakan bahwa biaya ganti rugi kemungkinan akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dalam kontrak eksklusif.

Tepat pada hari ini 30 Desember 2025, ADOR secara resmi telah menjatuhkan gugatan ganti rugi kepada Danielle dan keluarganya serta mantan CEO ADOR Min Hee Jin sebesar 43,1 miliar Won atau sekitar 500 miliar Rupiah.

Terkait hal ini, pihak agensi telah mengajukan kepada Divisi Perjanjian Perdata ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Selain itu, terkait dengan tanggal sidang pertama belum ditetapkan.

JISUMH.COM Sempat dirumorkan akan membayar tuntutan ganti rugi sebesar 100 miliar won, pihak ADOR akhirnya beri keputusan resmi.

Sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2025, ADOR secara resmi merilis pernyataan terkait dengan perkembangan diskusi mengenai kembalinya beberapa anggota dari grup NewJeans.

Pihak agensi menyatakan bahwa Hani telah memutuskan untuk menghormati keputusan pengadilan dan memilih untuk kembali ke agensi, sedangkan anggota lainnya yaitu Minji tengah melakukan diskusi.

Di tengah proses diskusi tersebut, pihak ADOR akhirnya mengumumkan pemutusan kontrak terhadap Danielle NewJeans dengan alasan adanya pelanggaran kontrak eksklusif seperti keterlibatannya dalam kegiatan hiburan independen, merusak reputasi atau kredibilitas agensi serta nama baik dari grup NewJeans.

Sebelum adanya keputusan tersebut, pihak ADOR mengaku telah meminta adanya tindakan korektif namun selama batas waktu yang ditentukan tidak ada upaya yang dilakukan oleh pihak Danielle.

Pemutusan kontrak ini kemudian memicu spekulasi publik dan kalangan hukum terkait perkiraan besar penalti ganti rugi yang akan dibayarkan.

Beberapa kalangan hukum menyatakan besar tuntutan kemungkinan akan melebihi 100 miliar Won atau setara dengan 1,13 triliun Rupiah.

Sumber industri lainnya juga turut memberikan pendapat yang sama. Hal ini didasarkan pada penjualan yang berhasil dicapai oleh ADOR pada tahun 2023 sebesar 110,3 miliar Won dan pada tahun 2024 mencapai 111,1 miliar Won.

Semantara itu, Danielle diinformasikan masih memiliki sisa kontrak selama 4 tahun 7 bulan. Perwakilan pihak ADOR sempat mengatakan bahwa biaya ganti rugi kemungkinan akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dalam kontrak eksklusif.

Tepat pada hari ini 30 Desember 2025, ADOR secara resmi telah menjatuhkan gugatan ganti rugi kepada Danielle dan keluarganya serta mantan CEO ADOR Min Hee Jin sebesar 43,1 miliar Won atau sekitar 500 miliar Rupiah.

Terkait hal ini, pihak agensi telah mengajukan kepada Divisi Perjanjian Perdata ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Selain itu, terkait dengan tanggal sidang pertama belum ditetapkan.

Sementara itu, permasalahan ini diawali ketika anggota NewJeans menuntut pengaktifan kembali mantan CEO Min Hee Jin yang dipecat karena adanya konflik dengan HYBE.

Permasalahan ini kemudian semakin membesar hingga mereka mengumumkan pemutusan kontrak secara sepihak kepada pihak ADOR pada November tahun lalu.

Pihak ADOR kemudian mengajukan gugatan terhadap NewJeans untuk mengkonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif, hingga pada akhirnya pihak pengadilan memutuskan pada Oktober lalu bahwa kontrak eksklusif tersebut masih sah.

Sementara itu, permasalahan ini diawali ketika anggota NewJeans menuntut pengaktifan kembali mantan CEO Min Hee Jin yang dipecat karena adanya konflik dengan HYBE.

Permasalahan ini kemudian semakin membesar hingga mereka mengumumkan pemutusan kontrak secara sepihak kepada pihak ADOR pada November tahun lalu.

Pihak ADOR kemudian mengajukan gugatan terhadap NewJeans untuk mengkonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif, hingga pada akhirnya pihak pengadilan memutuskan pada Oktober lalu bahwa kontrak eksklusif tersebut masih sah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *