JISUMH.COM – Jika ada satu nama yang berhasil mendobrak batas geografis, bahasa, dan budaya di abad ke-21, nama itu adalah BTS (Bangtan Sonyeondan).

Beranggotakan RM, Jin, SUGA, j-hope, Jimin, V, dan Jungkook, ketujuh pemuda ini tidak hanya menulis ulang sejarah K-Pop, tetapi juga sejarah musik pop dunia.

Sebagai pemenang Idol of the Week minggu ini, mari kita napak tilas perjalanan luar biasa BTS.

Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa ketulusan, musik yang berbicara tentang realitas, dan ikatan kuat dengan penggemar (ARMY) dapat mengubah sebuah grup dari agensi kecil menjadi legenda hidup.

1. Awal Mula yang Penuh Perjuangan

Jauh dari gemerlap privilese agensi raksasa (“Big 3”), BTS debut pada 13 Juni 2013 di bawah naungan Big Hit Entertainment (kini HYBE) yang saat itu nyaris bangkrut.

Mereka debut lewat single album “2 Cool 4 Skool” dengan lagu utama “No More Dream”.

Berbeda dengan tren grup K-Pop saat itu, BTS mengusung identitas hip-hop yang kental.

Sejak hari pertama, mereka membedakan diri dengan menulis dan memproduksi musik sendiri, mengangkat tema-tema yang jarang dibahas: tekanan sistem pendidikan, kecemasan masa muda, dan prasangka masyarakat.

Meski memenangkan beberapa penghargaan Rookie of the Year, tahun-tahun pertama mereka diwarnai dengan keterbatasan dana, pemotongan durasi siaran, hingga keraguan publik.

2. Titik Balik Kritis: Era The Most Beautiful Moment in Life

Masa keemasan BTS mulai mekar pada tahun 2015 lewat trilogi album The Most Beautiful Moment in Life (HYYH).

JISUMH.COM – Jika ada satu nama yang berhasil mendobrak batas geografis, bahasa, dan budaya di abad ke-21, nama itu adalah BTS (Bangtan Sonyeondan).

Beranggotakan RM, Jin, SUGA, j-hope, Jimin, V, dan Jungkook, ketujuh pemuda ini tidak hanya menulis ulang sejarah K-Pop, tetapi juga sejarah musik pop dunia.

Sebagai pemenang Idol of the Week minggu ini, mari kita napak tilas perjalanan luar biasa BTS.

Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa ketulusan, musik yang berbicara tentang realitas, dan ikatan kuat dengan penggemar (ARMY) dapat mengubah sebuah grup dari agensi kecil menjadi legenda hidup.

1. Awal Mula yang Penuh Perjuangan

Jauh dari gemerlap privilese agensi raksasa (“Big 3”), BTS debut pada 13 Juni 2013 di bawah naungan Big Hit Entertainment (kini HYBE) yang saat itu nyaris bangkrut.

Mereka debut lewat single album “2 Cool 4 Skool” dengan lagu utama “No More Dream”.

Berbeda dengan tren grup K-Pop saat itu, BTS mengusung identitas hip-hop yang kental.

Sejak hari pertama, mereka membedakan diri dengan menulis dan memproduksi musik sendiri, mengangkat tema-tema yang jarang dibahas: tekanan sistem pendidikan, kecemasan masa muda, dan prasangka masyarakat.

Meski memenangkan beberapa penghargaan Rookie of the Year, tahun-tahun pertama mereka diwarnai dengan keterbatasan dana, pemotongan durasi siaran, hingga keraguan publik.

2. Titik Balik Kritis: Era The Most Beautiful Moment in Life

Masa keemasan BTS mulai mekar pada tahun 2015 lewat trilogi album The Most Beautiful Moment in Life (HYYH).

Mereka memperluas spektrum musik dengan memadukan pop, R&B, dan EDM ringan, menghasilkan mahakarya emosional seperti “I Need U” dan “Run”.

Lagu “I Need U” memberi BTS piala kemenangan program musik pertama mereka di SBS MTV The Show (Mei 2015), sebuah pencapaian emosional setelah hampir dua tahun debut.

Momentum ini bergulir seperti bola salju hingga tahun 2016, di mana lewat album Wings (dengan hits “Blood Sweat & Tears”), BTS sukses membawa pulang Daesang (Penghargaan Utama) pertama mereka untuk Album of the Year di Melon Music Awards (MMA) dan Artist of the Year di Mnet Asian Music Awards (MAMA).

3. Menggebrak Dinding Barat dan Kampanye Global

Tahun 2017 adalah tahun di mana BTS resmi menjadi fenomena global.

Mereka menjadi grup K-Pop pertama yang memenangkan penghargaan Top Social Artist di Billboard Music Awards 2017, mematahkan rekor kemenangan beruntun Justin Bieber.

Era seri album Love Yourself membawa pesan mencintai diri sendiri yang beresonansi kuat secara global.

Pada tahun 2018, lewat album Love Yourself: Tear, BTS mencetak sejarah sebagai artis Korea pertama yang memuncaki tangga album Billboard 200.

Tidak hanya mendominasi panggung musik, pengaruh positif mereka diakui dunia ketika diundang untuk berpidato di Sidang Umum PBB (UNGA) meluncurkan kampanye “Love Myself” bersama UNICEF.

4. Puncak Dominasi Tangga Lagu Dunia dan Nominasi GRAMMY

Di tengah pandemi COVID-19 yang melumpuhkan dunia, BTS merilis “Dynamite” (2020), lagu berbahasa Inggris penuh pertama mereka yang bertujuan menyebarkan harapan.

Lagu ini mencetak sejarah absolut: Artis pop Korea pertama yang menduduki peringkat #1 di Billboard Hot 100.

Rekor ini terus mereka lipatgandakan dengan lagu-lagu seperti “Savage Love (Remix)”, “Life Goes On” (lagu dominan bahasa Korea pertama yang memuncaki Hot 100), “Butter”, dan “Permission to Dance”.

Puncaknya, pengakuan dari industri musik Barat tertuju pada mereka saat menjadi artis pop Korea pertama yang meraih nominasi GRAMMY Awards dan tampil di panggung bergengsi tersebut.

5. Babak Kedua (Chapter 2), Wajib Militer, hingga Reuni Bersejarah

Pada pertengahan 2022, BTS mengumumkan bahwa mereka akan memasuki Chapter 2, di mana para anggota akan fokus pada proyek solo sembari menunaikan tugas wajib militer.

Hal ini sempat memicu kepanikan media, namun ARMY tetap setia.

Setiap anggota justru mendominasi industri dengan gaya mereka masing-masing.

Mulai dari rekor miliaran streaming Jungkook (“Seven”), Jimin yang memuncaki Hot 100 lewat “Like Crazy”, karya artistik RM dan V, tur dunia sukses SUGA, rilis eksperimental j-hope, hingga Jin yang menjadi perwakilan global di berbagai ajang.

Pada tahun 2025, ketujuh anggota berhasil menyelesaikan tugas negara mereka dan bersatu kembali dalam reuni epik yang mengguncang industri K-Pop.

Kini di tahun 2026, BTS tidak lagi perlu membuktikan apa-apa kepada siapa pun.

Sebagai grup yang telah melalui segalanya, dari underdog yang dipandang sebelah mata hingga menjadi legenda yang mendikte arah pop dunia, warisan BTS tetap berdiri kokoh, beriringan bersama ARMY di setiap langkahnya. (***)

Mereka memperluas spektrum musik dengan memadukan pop, R&B, dan EDM ringan, menghasilkan mahakarya emosional seperti “I Need U” dan “Run”.

Lagu “I Need U” memberi BTS piala kemenangan program musik pertama mereka di SBS MTV The Show (Mei 2015), sebuah pencapaian emosional setelah hampir dua tahun debut.

Momentum ini bergulir seperti bola salju hingga tahun 2016, di mana lewat album Wings (dengan hits “Blood Sweat & Tears”), BTS sukses membawa pulang Daesang (Penghargaan Utama) pertama mereka untuk Album of the Year di Melon Music Awards (MMA) dan Artist of the Year di Mnet Asian Music Awards (MAMA).

3. Menggebrak Dinding Barat dan Kampanye Global

Tahun 2017 adalah tahun di mana BTS resmi menjadi fenomena global.

Mereka menjadi grup K-Pop pertama yang memenangkan penghargaan Top Social Artist di Billboard Music Awards 2017, mematahkan rekor kemenangan beruntun Justin Bieber.

Era seri album Love Yourself membawa pesan mencintai diri sendiri yang beresonansi kuat secara global.

Pada tahun 2018, lewat album Love Yourself: Tear, BTS mencetak sejarah sebagai artis Korea pertama yang memuncaki tangga album Billboard 200.

Tidak hanya mendominasi panggung musik, pengaruh positif mereka diakui dunia ketika diundang untuk berpidato di Sidang Umum PBB (UNGA) meluncurkan kampanye “Love Myself” bersama UNICEF.

4. Puncak Dominasi Tangga Lagu Dunia dan Nominasi GRAMMY

Di tengah pandemi COVID-19 yang melumpuhkan dunia, BTS merilis “Dynamite” (2020), lagu berbahasa Inggris penuh pertama mereka yang bertujuan menyebarkan harapan.

Lagu ini mencetak sejarah absolut: Artis pop Korea pertama yang menduduki peringkat #1 di Billboard Hot 100.

Rekor ini terus mereka lipatgandakan dengan lagu-lagu seperti “Savage Love (Remix)”, “Life Goes On” (lagu dominan bahasa Korea pertama yang memuncaki Hot 100), “Butter”, dan “Permission to Dance”.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *