JISUMH.COM – Pengakuan terbaru Hyoyeon Girls’ Generation kembali membuat penggemar K-Pop bernostalgia ke era ketatnya aturan agensi idol generasi kedua.
Lewat sebuah program televisi, sang dancer legendaris ini membongkar kisah cintanya yang dulu yang harus dijalani secara diam-diam.
Dalam acara tersebut, Hyoyeon dengan jujur menceritakan bagaimana kerasnya manajemen agensi saat Girls’ Generation masih aktif penuh. Bahkan untuk hal sesederhana ingin makan burger di luar pun, izin dari manajemen jadi penghalang besar.
Hyoyeon mengaku sering merasa terkekang dengan aturan yang terlalu ketat, terutama soal kebebasan pribadi. Menurutnya, selama ia menggunakan uang sendiri dan tidak ketahuan, keluar sebentar seharusnya bukan masalah besar.
Soal larangan pacaran, Hyoyeon justru menunjukkan sisi rebel yang selama ini jarang terlihat. Ia secara blak-blakan mengatakan bahwa semakin dilarang, justru keinginan untuk melanggar aturan itu semakin besar.
Pandangan Hyoyeon tentang larangan pacaran pun cukup realistis untuk ukuran idol saat itu. Ia merasa jika ada idol yang ketahuan pacaran dan hanya dimarahi tanpa konsekuensi besar, berarti aturan tersebut masih bisa “diterobos”.
Dengan pemikiran seperti itu, Hyoyeon mengaku tetap menjalani hidup sesuai keinginannya. Ia tidak ingin masa mudanya berlalu begitu saja hanya karena takut pada aturan yang menurutnya terlalu membatasi.
Cerita makin menarik ketika Hyoyeon membahas soal jam malam yang super ketat di asrama. Demi bertemu pacarnya, ia rela begadang hingga dini hari lalu menyelinap keluar saat suasana sudah benar-benar sepi.
Destinasi kencannya pun jauh dari kesan mewah atau romantis seperti drama Korea. Sungai Han menjadi satu-satunya tempat aman yang bisa ia kunjungi tanpa terlalu mencuri perhatian publik.
Hyoyeon juga membagikan cerita unik soal “kode rahasia” di kalangan selebritas saat itu. Konon, siapa pun yang mengenakan topi bucket atau topi biasa di area Sungai Han hampir pasti adalah sesama artis.
Situasinya bahkan terasa seperti adegan film, karena jika dua orang dengan topi bucket saling berpapasan, mereka akan langsung berbalik arah. Tidak ada sapa, tidak ada tatap mata, hanya saling menghindar demi keamanan masing-masing.
JISUMH.COM – Pengakuan terbaru Hyoyeon Girls’ Generation kembali membuat penggemar K-Pop bernostalgia ke era ketatnya aturan agensi idol generasi kedua.
Lewat sebuah program televisi, sang dancer legendaris ini membongkar kisah cintanya yang dulu yang harus dijalani secara diam-diam.
Dalam acara tersebut, Hyoyeon dengan jujur menceritakan bagaimana kerasnya manajemen agensi saat Girls’ Generation masih aktif penuh. Bahkan untuk hal sesederhana ingin makan burger di luar pun, izin dari manajemen jadi penghalang besar.
Hyoyeon mengaku sering merasa terkekang dengan aturan yang terlalu ketat, terutama soal kebebasan pribadi. Menurutnya, selama ia menggunakan uang sendiri dan tidak ketahuan, keluar sebentar seharusnya bukan masalah besar.
Soal larangan pacaran, Hyoyeon justru menunjukkan sisi rebel yang selama ini jarang terlihat. Ia secara blak-blakan mengatakan bahwa semakin dilarang, justru keinginan untuk melanggar aturan itu semakin besar.
Pandangan Hyoyeon tentang larangan pacaran pun cukup realistis untuk ukuran idol saat itu. Ia merasa jika ada idol yang ketahuan pacaran dan hanya dimarahi tanpa konsekuensi besar, berarti aturan tersebut masih bisa “diterobos”.
Dengan pemikiran seperti itu, Hyoyeon mengaku tetap menjalani hidup sesuai keinginannya. Ia tidak ingin masa mudanya berlalu begitu saja hanya karena takut pada aturan yang menurutnya terlalu membatasi.
Cerita makin menarik ketika Hyoyeon membahas soal jam malam yang super ketat di asrama. Demi bertemu pacarnya, ia rela begadang hingga dini hari lalu menyelinap keluar saat suasana sudah benar-benar sepi.
Destinasi kencannya pun jauh dari kesan mewah atau romantis seperti drama Korea. Sungai Han menjadi satu-satunya tempat aman yang bisa ia kunjungi tanpa terlalu mencuri perhatian publik.
Hyoyeon juga membagikan cerita unik soal “kode rahasia” di kalangan selebritas saat itu. Konon, siapa pun yang mengenakan topi bucket atau topi biasa di area Sungai Han hampir pasti adalah sesama artis.
Situasinya bahkan terasa seperti adegan film, karena jika dua orang dengan topi bucket saling berpapasan, mereka akan langsung berbalik arah. Tidak ada sapa, tidak ada tatap mata, hanya saling menghindar demi keamanan masing-masing.
Pengakuan Hyoyeon ini langsung memicu reaksi beragam dari para penggemar K-Pop. Banyak yang merasa kasihan dengan kerasnya kehidupan idol generasi awal dibandingkan dengan sistem yang mulai longgar saat ini.
Di sisi lain, tidak sedikit juga yang memuji keberanian Hyoyeon dalam bersikap jujur. Menurut fans, kisah seperti ini justru memperlihatkan sisi manusiawi idol yang sering terlupakan.
Menariknya, Hyoyeon juga sempat menyinggung soal rasa frustrasinya terhadap visual dirinya sendiri. Meski dikenal karismatik dan penuh aura, ia mengaku tetap memiliki insecurity seperti kebanyakan orang.
Pengakuan ini membuat banyak penggemar semakin bersimpati pada sang idol. Sosok Hyoyeon tidak lagi hanya dilihat sebagai dancer kuat di atas panggung, tetapi juga sebagai perempuan yang pernah berjuang menghadapi tekanan industri.
Kisah Hyoyeon ini seolah menjadi potret nyata dunia K-Pop di masa lalu. Di balik gemerlap panggung dan sorotan kamera, ada cerita tentang kebebasan yang harus diperjuangkan secara diam-diam.
Kini, pengakuan jujur Hyoyeon menjadi pengingat bahwa idol juga manusia biasa. Bagi para pecinta K-Pop, cerita ini bukan sekadar gosip lama, melainkan potongan sejarah yang membuat generasi kedua terasa semakin berharga.
Pengakuan Hyoyeon ini langsung memicu reaksi beragam dari para penggemar K-Pop. Banyak yang merasa kasihan dengan kerasnya kehidupan idol generasi awal dibandingkan dengan sistem yang mulai longgar saat ini.
Di sisi lain, tidak sedikit juga yang memuji keberanian Hyoyeon dalam bersikap jujur. Menurut fans, kisah seperti ini justru memperlihatkan sisi manusiawi idol yang sering terlupakan.
Menariknya, Hyoyeon juga sempat menyinggung soal rasa frustrasinya terhadap visual dirinya sendiri. Meski dikenal karismatik dan penuh aura, ia mengaku tetap memiliki insecurity seperti kebanyakan orang.
Pengakuan ini membuat banyak penggemar semakin bersimpati pada sang idol. Sosok Hyoyeon tidak lagi hanya dilihat sebagai dancer kuat di atas panggung, tetapi juga sebagai perempuan yang pernah berjuang menghadapi tekanan industri.
Kisah Hyoyeon ini seolah menjadi potret nyata dunia K-Pop di masa lalu. Di balik gemerlap panggung dan sorotan kamera, ada cerita tentang kebebasan yang harus diperjuangkan secara diam-diam.
Kini, pengakuan jujur Hyoyeon menjadi pengingat bahwa idol juga manusia biasa. Bagi para pecinta K-Pop, cerita ini bukan sekadar gosip lama, melainkan potongan sejarah yang membuat generasi kedua terasa semakin berharga.

Leave a Reply