JISUMH.COM – G-Dragon baru-baru ini menggelar konser encore bertajuk Übermensch di Seoul, Korea Selatan.
Dibalik kemegahan konser encore tersebut, ternyata terdapat kekacauan di gerbang konser.
Hal ini di karenakan adanya calo yang menjual tiket konser dari G-Dragon.
Pihak berwenang Korea Selatan melancarkan operasi tanpa toleransi kepada para calo yang menjual tiket secara ilegal ini.
Beberapa klip yang dibagikan di platform media sosial Tiongkok seperti Xiaohongshu dan Weibo memperlihatkan bagaimana staf konser dan pihak kepolisian menindak para penjual serta pembeli tiket konser ilegal tersebut.
Dalam video, staf secara paksa memotong gelang dari para penonton konser. Mereka merupakan penonton yang dicurigai membeli dan menggunakan tiket calo.
Beberapa penonton tersebut diketahui merupakan para penggemar yang berasal dari Tiongkok.
Mereka bereaksi secara emosional saat staf memotong gelang konser.
Ada beberapa yang menangis dan ada juga yang menolak untuk pergi, bahkan ada yang jatuh pingsan di tanah sebagai bentuk protes mereka.
Para petugas keamanan yang dipersenjatai dengan gunting pengaman, terlihat menegakkan kebijakan tersebut dengan ketat.
Dalam sebuah video viral, seorang penggemar memohon dalam bahasa Inggris, mengklaim bahwa dia telah menghubungi seorang teman untuk meminta bantuan.
Namun mereka ditolak dengan dingin dengan berkata,”Tidak ada teman!”
JISUMH.COM – G-Dragon baru-baru ini menggelar konser encore bertajuk Übermensch di Seoul, Korea Selatan.
Dibalik kemegahan konser encore tersebut, ternyata terdapat kekacauan di gerbang konser.
Hal ini di karenakan adanya calo yang menjual tiket konser dari G-Dragon.
Pihak berwenang Korea Selatan melancarkan operasi tanpa toleransi kepada para calo yang menjual tiket secara ilegal ini.
Beberapa klip yang dibagikan di platform media sosial Tiongkok seperti Xiaohongshu dan Weibo memperlihatkan bagaimana staf konser dan pihak kepolisian menindak para penjual serta pembeli tiket konser ilegal tersebut.
Dalam video, staf secara paksa memotong gelang dari para penonton konser. Mereka merupakan penonton yang dicurigai membeli dan menggunakan tiket calo.
Beberapa penonton tersebut diketahui merupakan para penggemar yang berasal dari Tiongkok.
Mereka bereaksi secara emosional saat staf memotong gelang konser.
Ada beberapa yang menangis dan ada juga yang menolak untuk pergi, bahkan ada yang jatuh pingsan di tanah sebagai bentuk protes mereka.
Para petugas keamanan yang dipersenjatai dengan gunting pengaman, terlihat menegakkan kebijakan tersebut dengan ketat.
Dalam sebuah video viral, seorang penggemar memohon dalam bahasa Inggris, mengklaim bahwa dia telah menghubungi seorang teman untuk meminta bantuan.
Namun mereka ditolak dengan dingin dengan berkata,”Tidak ada teman!”
Sikap tegas dari staf Korea tersebut menuai kecaman namun juga pujian di dunia maya.
Beberapa penggemar yang tertangkap basah menggunakan tiket dari calo mencoba melarikan diri dari petugas.
Mereka bahkan berguling-guling di tanah untuk menghindari penegakan hukum.
Yang lain menuduh penyelenggara “terlalu agresif”, memicu perdebatan sengit di Weibo dan Threads.
Namun demikian, banyak netizen mendukung tindakan keras tersebut, menyebutnya sebagai sikap yang sudah lama ditunggu-tunggu terhadap budaya calo tiket.
Bersamaan dengan tindakan di lokasi, Departemen Kepolisian Seoul Guro melakukan operasi terarah di sekitar Gocheok Sky Dome.
Mereka menangkap enam orang yang mencoba menjual kembali tiket secara ilegal dan empat di antaranya dipastikan warga negara Tiongkok.
Menurut media Korea, seorang calo yang hendak meninggalkan negara itu didenda ₩160.000 (1,8 juta Rupiah).
Sementara lima lainnya dirujuk ke pengadilan untuk putusan singkat.
Insiden ini kembali memicu perdebatan tentang budaya penggemar dan etika penjualan tiket, terutama di kalangan penggemar Kpop global.
Meskipun penampilan G-Dragon di arena memukau penonton, penegakan aturan yang tanpa henti di luar arena itulah yang meninggalkan kesan paling mendalam.
Sikap tegas dari staf Korea tersebut menuai kecaman namun juga pujian di dunia maya.
Beberapa penggemar yang tertangkap basah menggunakan tiket dari calo mencoba melarikan diri dari petugas.
Mereka bahkan berguling-guling di tanah untuk menghindari penegakan hukum.
Yang lain menuduh penyelenggara “terlalu agresif”, memicu perdebatan sengit di Weibo dan Threads.
Namun demikian, banyak netizen mendukung tindakan keras tersebut, menyebutnya sebagai sikap yang sudah lama ditunggu-tunggu terhadap budaya calo tiket.
Bersamaan dengan tindakan di lokasi, Departemen Kepolisian Seoul Guro melakukan operasi terarah di sekitar Gocheok Sky Dome.
Mereka menangkap enam orang yang mencoba menjual kembali tiket secara ilegal dan empat di antaranya dipastikan warga negara Tiongkok.
Menurut media Korea, seorang calo yang hendak meninggalkan negara itu didenda ₩160.000 (1,8 juta Rupiah).
Sementara lima lainnya dirujuk ke pengadilan untuk putusan singkat.
Insiden ini kembali memicu perdebatan tentang budaya penggemar dan etika penjualan tiket, terutama di kalangan penggemar Kpop global.
Meskipun penampilan G-Dragon di arena memukau penonton, penegakan aturan yang tanpa henti di luar arena itulah yang meninggalkan kesan paling mendalam.

Leave a Reply