JISUMH.COM– Kasus hukum yang melibatkan salah satu direktur dari promotor acara konser Mecimapro yaitu Melani, baru-baru ini ungkapkan kepada publik tengah alami kesulitan finansial. Pilih jual sisa merch hingga jual buku karya pribadinya, netizen ramai beri reaksi.
Fransiska Dwi Melani, atau dikenal dengan nama Melani merupakan seorang bos dan Direktur dari PT Melania Citra Permata (Mecimapro) yang merupakan sebuah promotor acara konser yang kerap membawa deretan idol K-pop untuk hadir di Indonesia.
Deretan idol K-pop seperti TWICE hingga Day6 merupakan salah satu grup K-pop yang berhasil dibawa oleh promotor acara tersebut.
Melani, kini dijatuhi hukuman atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan dana konser TWICE yang diselenggarakan di Jakarta pada 23 Desember 2023 lalu.
Ia didakwa atas penggelapan dana investasi sekitar Rp10 miliar dari PT Media Inspirasi Bangsa (MIB).
Jaksa Penuntut Umum menilai dana tersebut tidak dikembalikan sesuai dengan perjanjian meskipun pendapat dari konser tersebut cukup besar.
Selain itu, pihak lain yang turut dirugikan salah satunya dari penggemar grup band Day6.
Banyak penggemar yang mengeluhkan atas lambannya tindakan yang diambil oleh Mecimapro terhadap penggemar yang melakukan pembelian tiket konser dengan sistem penjualan tiket pre-sale MCP Membership.
Para penggemar Day6 mengaku bahwa website pembelian sempat eror hingga crash dan sistem refund yang dinilai rumit serta tidak transparan.
Beberapa di antaranya mengaku telah menerima pengembalian dana pada H-1 konser, sementara yang lainnya hingga kini belum ada upaya untuk pengembalian refund secara penuh.
Tak hanya itu, MyDay (nama fandom Day6) turur mengeluhkan terkait dengan pemindahan venue konser secara mendadak serta minimnya petunjuk lokasi, antrean panjang, acara holding yang becek saat hujan dan keterlambatan akses dalam memasuki lokasi konser.
Menyoroti hal tersebut, baru-baru ini pihak promotor Mecimapro mengaku tengah berada dalam kesulitan finansial sehingga akan sulit mengembalikan dana atas kerugian tersebut.
JISUMH.COM– Kasus hukum yang melibatkan salah satu direktur dari promotor acara konser Mecimapro yaitu Melani, baru-baru ini ungkapkan kepada publik tengah alami kesulitan finansial. Pilih jual sisa merch hingga jual buku karya pribadinya, netizen ramai beri reaksi.
Fransiska Dwi Melani, atau dikenal dengan nama Melani merupakan seorang bos dan Direktur dari PT Melania Citra Permata (Mecimapro) yang merupakan sebuah promotor acara konser yang kerap membawa deretan idol K-pop untuk hadir di Indonesia.
Deretan idol K-pop seperti TWICE hingga Day6 merupakan salah satu grup K-pop yang berhasil dibawa oleh promotor acara tersebut.
Melani, kini dijatuhi hukuman atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan dana konser TWICE yang diselenggarakan di Jakarta pada 23 Desember 2023 lalu.
Ia didakwa atas penggelapan dana investasi sekitar Rp10 miliar dari PT Media Inspirasi Bangsa (MIB).
Jaksa Penuntut Umum menilai dana tersebut tidak dikembalikan sesuai dengan perjanjian meskipun pendapat dari konser tersebut cukup besar.
Selain itu, pihak lain yang turut dirugikan salah satunya dari penggemar grup band Day6.
Banyak penggemar yang mengeluhkan atas lambannya tindakan yang diambil oleh Mecimapro terhadap penggemar yang melakukan pembelian tiket konser dengan sistem penjualan tiket pre-sale MCP Membership.
Para penggemar Day6 mengaku bahwa website pembelian sempat eror hingga crash dan sistem refund yang dinilai rumit serta tidak transparan.
Beberapa di antaranya mengaku telah menerima pengembalian dana pada H-1 konser, sementara yang lainnya hingga kini belum ada upaya untuk pengembalian refund secara penuh.
Tak hanya itu, MyDay (nama fandom Day6) turur mengeluhkan terkait dengan pemindahan venue konser secara mendadak serta minimnya petunjuk lokasi, antrean panjang, acara holding yang becek saat hujan dan keterlambatan akses dalam memasuki lokasi konser.
Menyoroti hal tersebut, baru-baru ini pihak promotor Mecimapro mengaku tengah berada dalam kesulitan finansial sehingga akan sulit mengembalikan dana atas kerugian tersebut.
Melani selaku direktur dari Mecimapro menuliskan, surat kepada MyDay yang mengatakan:
Dear MyDay Indonesia
Mohon maaf atas keterlambatan penyampaian penjelasan dari saya pribadi. Banyak hal yang saya renungkan selama menjalani proses hukum ini.
Secara pribadi seharusnya saya memberikan transparansi untuk membangun kepercayaan yang lebih dalam.
Saya meminta maaf atas kesalahan saya dengan penuh ketulusan. Dengan kerugian yang besar di tahun 2024 – 2025, kami berada dalam kesulitan finansial yang besar.
Perpindahan venue merupakan keputusan yang sulit yang harus kami jalani dan menyebabkan ketidakpercayaan.
Hal pertama yang ingin saya lakukan setelah menyelesaikan perkara hukum ini adalah meminta maaf secara publik dan menuntaskan refund untuk para fans.
Dikarenakan kesulitan finansial ini, ijinkan kami untuk mencari penghasilan dengan melakukan penjualan buku yang saya tulis pribadi dan juga melalui penjualan CD / merchandise yang masih kami miliki.
Berbagai upaya dan usaha akan kami lakukan untuk memenuhi komitmen kami. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
– Melani / MCP-
Mengetahui hal tersebut, netizen ramai bereaksi di sosial media X beberapa di antaranya meragukan atas keputusan penjualan buku yang dilakukannya.
Selain itu mereka juga turut berkomentar terkait dengan cover buku yang terlihat seperti buatan Ai. Berikut isi komentar netizen di antaranya:
“Emang ada yang mau beli bukunya? Maap, cuma nanya”, tulis akun @Li*Li*n1**78**0
“Jualan buku apaan sih, yakin lo tu buku ga pake Ai”, tulis akun @di*m*ndgu*ls*
“Masih aja jualan”, tulis akun @lil*t*rlild*s*
“Lagian dari awal dia angkuh banget, udah gitu nutup kolom komentar”, tulis akun @*y_u*yu**
Banyak netizen yang heran atas keputusan dari direktur Mecimapro tersebut, mengingat reputasinya yang buruk di mata K-popers khususnya para penggemar Day6.
Netizen menduga tindakan bisa menjadi scam, dengan kemungkinan buku yang dijual tidak jadi diterbitkan.
Sementara itu, TWICE dan Day6 diketahui tidak menyertakan Indonesia sebagai destinasi konser tur yang tengah mereka lakukan.
Netizen menduga, hal ini terjadi akibat dari permasalahan yang dilakukan oleh pihak Mecimapro.
Bagaimana menurutmu?
Melani selaku direktur dari Mecimapro menuliskan, surat kepada MyDay yang mengatakan:
Dear MyDay Indonesia
Mohon maaf atas keterlambatan penyampaian penjelasan dari saya pribadi. Banyak hal yang saya renungkan selama menjalani proses hukum ini.
Secara pribadi seharusnya saya memberikan transparansi untuk membangun kepercayaan yang lebih dalam.
Saya meminta maaf atas kesalahan saya dengan penuh ketulusan. Dengan kerugian yang besar di tahun 2024 – 2025, kami berada dalam kesulitan finansial yang besar.
Perpindahan venue merupakan keputusan yang sulit yang harus kami jalani dan menyebabkan ketidakpercayaan.
Hal pertama yang ingin saya lakukan setelah menyelesaikan perkara hukum ini adalah meminta maaf secara publik dan menuntaskan refund untuk para fans.
Dikarenakan kesulitan finansial ini, ijinkan kami untuk mencari penghasilan dengan melakukan penjualan buku yang saya tulis pribadi dan juga melalui penjualan CD / merchandise yang masih kami miliki.
Berbagai upaya dan usaha akan kami lakukan untuk memenuhi komitmen kami. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
– Melani / MCP-
Mengetahui hal tersebut, netizen ramai bereaksi di sosial media X beberapa di antaranya meragukan atas keputusan penjualan buku yang dilakukannya.
Selain itu mereka juga turut berkomentar terkait dengan cover buku yang terlihat seperti buatan Ai. Berikut isi komentar netizen di antaranya:
“Emang ada yang mau beli bukunya? Maap, cuma nanya”, tulis akun @Li*Li*n1**78**0
“Jualan buku apaan sih, yakin lo tu buku ga pake Ai”, tulis akun @di*m*ndgu*ls*

Leave a Reply