JISUMH.COM – Satu cerita kecil dari dunia K-Pop kembali membuktikan bahwa hal sepele pun bisa berubah jadi topik viral, apalagi jika melibatkan idol papan atas dengan situasi yang super ironis.
An Yujin dari IVE baru-baru ini sukses mencuri perhatian publik setelah membagikan pengalaman unik yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala sekaligus tertawa. Bukan soal panggung atau comeback, kali ini ceritanya datang dari dunia perbankan yang tak terduga.
Lewat platform komunikasi penggemar Bubble, leader kelahiran 2003 ini dengan santai membagikan kisahnya yang terdengar hampir seperti lelucon.
Ia mengaku ingin memiliki kartu bank yang sedang dipromosikannya sendiri, namun justru mendapat jawaban yang cukup mengejutkan.
Dalam pesannya, sang idol bercerita bahwa ia sempat bertanya bagaimana cara mendapatkan kartu bertajuk “Yujin Card” dari Hana Bank.
Alih-alih mendapat penjelasan manis, ia malah diberitahu bahwa dirinya tidak memenuhi syarat sebagai pemohon.
Cerita ini dengan cepat menyebar ke berbagai komunitas online dan media sosial. Banyak netizen langsung merasa heran sekaligus terhibur dengan ironi tersebut.
Kartu yang dimaksud ternyata adalah Hana Nara Sarang Card, sebuah kartu debit dengan fungsi khusus yang tidak ditujukan untuk masyarakat umum.
Kartu ini dibuat eksklusif bagi mereka yang memiliki kewajiban wajib militer di Korea Selatan.
Secara fungsi, kartu ini digunakan oleh prajurit aktif atau calon tentara untuk menerima gaji militer. Selain itu, kartu ini juga berfungsi sebagai kartu identitas selama masa dinas, sehingga jelas tidak bisa dimiliki oleh warga sipil.
Meski wajahnya terpampang sebagai model iklan, posisi An Yujin tetap tidak masuk dalam kriteria pemegang kartu. Hal inilah yang membuat cerita tersebut terasa semakin lucu dan ironis di mata publik.
JISUMH.COM – Satu cerita kecil dari dunia K-Pop kembali membuktikan bahwa hal sepele pun bisa berubah jadi topik viral, apalagi jika melibatkan idol papan atas dengan situasi yang super ironis.
An Yujin dari IVE baru-baru ini sukses mencuri perhatian publik setelah membagikan pengalaman unik yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala sekaligus tertawa. Bukan soal panggung atau comeback, kali ini ceritanya datang dari dunia perbankan yang tak terduga.
Lewat platform komunikasi penggemar Bubble, leader kelahiran 2003 ini dengan santai membagikan kisahnya yang terdengar hampir seperti lelucon.
Ia mengaku ingin memiliki kartu bank yang sedang dipromosikannya sendiri, namun justru mendapat jawaban yang cukup mengejutkan.
Dalam pesannya, sang idol bercerita bahwa ia sempat bertanya bagaimana cara mendapatkan kartu bertajuk “Yujin Card” dari Hana Bank.
Alih-alih mendapat penjelasan manis, ia malah diberitahu bahwa dirinya tidak memenuhi syarat sebagai pemohon.
Cerita ini dengan cepat menyebar ke berbagai komunitas online dan media sosial. Banyak netizen langsung merasa heran sekaligus terhibur dengan ironi tersebut.
Kartu yang dimaksud ternyata adalah Hana Nara Sarang Card, sebuah kartu debit dengan fungsi khusus yang tidak ditujukan untuk masyarakat umum.
Kartu ini dibuat eksklusif bagi mereka yang memiliki kewajiban wajib militer di Korea Selatan.
Secara fungsi, kartu ini digunakan oleh prajurit aktif atau calon tentara untuk menerima gaji militer. Selain itu, kartu ini juga berfungsi sebagai kartu identitas selama masa dinas, sehingga jelas tidak bisa dimiliki oleh warga sipil.
Meski wajahnya terpampang sebagai model iklan, posisi An Yujin tetap tidak masuk dalam kriteria pemegang kartu. Hal inilah yang membuat cerita tersebut terasa semakin lucu dan ironis di mata publik.
Syarat kepemilikan kartu ini memang terbilang ketat dan spesifik. Pemohon harus berusia di bawah 38 tahun serta termasuk dalam kategori tertentu yang telah ditetapkan oleh Administrasi Tenaga Militer.
Kategori tersebut mencakup prajurit aktif, calon wajib militer yang telah menjalani pemeriksaan fisik, pekerja layanan sosial, hingga veteran yang telah resmi diberhentikan. Sementara itu, warga sipil sepenuhnya berada di luar daftar tersebut.
Menariknya, kartu ini menawarkan berbagai keuntungan yang cukup menggiurkan. Mulai dari cashback di toko PX dalam pangkalan militer, diskon minimarket, hingga fungsi kartu transportasi yang praktis.
Nilai manfaat bulanannya bahkan bisa mencapai lebih dari 150 ribu Won (setara dengan 1.734.138 Rupiah), tergantung pada bank penerbitnya. Tak heran jika banyak netizen menilai kartu ini cukup menarik, bahkan bagi mereka yang sekadar ingin mengoleksinya.
Namun, untuk menikmati seluruh manfaat tersebut, pengguna juga harus memenuhi syarat transaksi bulanan yang tidak ringan. Ada batas minimal belanja dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi agar cashback dan diskon bisa maksimal.
Ironi ketika seorang idol mempromosikan kartu yang tidak bisa ia miliki sendiri langsung memicu banjir komentar. Banyak penggemar menyebut situasi ini sebagai promosi paling natural dan menghibur.
Beberapa netizen bercanda dengan mengatakan bahwa kartunya sebaiknya dirilis dalam versi merchandise saja. Ada juga yang menilai cerita ini justru membuat orang semakin tertarik dengan kartu tersebut.
Komentar kocak seperti, “kalau mau punya, ya daftar wajib militer” hingga “ini kampanye rekrutmen terselubung”, pun bermunculan.
Reaksi santai ini menunjukkan bagaimana publik menikmati sisi manusiawi dan jujur dari cerita sang idol.
Di balik kelucuannya, momen ini juga memperlihatkan sisi unik dunia endorsement. Tidak semua produk yang dipromosikan seorang selebriti bisa benar-benar mereka gunakan sendiri.
Pada akhirnya, kisah An Yujin ini menjadi contoh sempurna bagaimana satu cerita ringan bisa berubah jadi viral tanpa drama berlebihan.
Justru karena kejujuran dan ironi sederhana itulah, cerita ini terasa dekat, lucu, dan sulit dilupakan oleh para penggemar K-Pop.
Syarat kepemilikan kartu ini memang terbilang ketat dan spesifik. Pemohon harus berusia di bawah 38 tahun serta termasuk dalam kategori tertentu yang telah ditetapkan oleh Administrasi Tenaga Militer.
Kategori tersebut mencakup prajurit aktif, calon wajib militer yang telah menjalani pemeriksaan fisik, pekerja layanan sosial, hingga veteran yang telah resmi diberhentikan. Sementara itu, warga sipil sepenuhnya berada di luar daftar tersebut.
Menariknya, kartu ini menawarkan berbagai keuntungan yang cukup menggiurkan. Mulai dari cashback di toko PX dalam pangkalan militer, diskon minimarket, hingga fungsi kartu transportasi yang praktis.
Nilai manfaat bulanannya bahkan bisa mencapai lebih dari 150 ribu Won (setara dengan 1.734.138 Rupiah), tergantung pada bank penerbitnya. Tak heran jika banyak netizen menilai kartu ini cukup menarik, bahkan bagi mereka yang sekadar ingin mengoleksinya.
Namun, untuk menikmati seluruh manfaat tersebut, pengguna juga harus memenuhi syarat transaksi bulanan yang tidak ringan. Ada batas minimal belanja dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi agar cashback dan diskon bisa maksimal.
Ironi ketika seorang idol mempromosikan kartu yang tidak bisa ia miliki sendiri langsung memicu banjir komentar. Banyak penggemar menyebut situasi ini sebagai promosi paling natural dan menghibur.
Beberapa netizen bercanda dengan mengatakan bahwa kartunya sebaiknya dirilis dalam versi merchandise saja. Ada juga yang menilai cerita ini justru membuat orang semakin tertarik dengan kartu tersebut.
Komentar kocak seperti, “kalau mau punya, ya daftar wajib militer” hingga “ini kampanye rekrutmen terselubung”, pun bermunculan.
Reaksi santai ini menunjukkan bagaimana publik menikmati sisi manusiawi dan jujur dari cerita sang idol.
Di balik kelucuannya, momen ini juga memperlihatkan sisi unik dunia endorsement. Tidak semua produk yang dipromosikan seorang selebriti bisa benar-benar mereka gunakan sendiri.
Pada akhirnya, kisah An Yujin ini menjadi contoh sempurna bagaimana satu cerita ringan bisa berubah jadi viral tanpa drama berlebihan.
Justru karena kejujuran dan ironi sederhana itulah, cerita ini terasa dekat, lucu, dan sulit dilupakan oleh para penggemar K-Pop.

Leave a Reply